UNGARAN - Menjelang lonjakan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy memimpin langsung personel jajaran Polres Semarang untuk memantau kesiapan jalur tol yang melintasi wilayah Kabupaten Semarang pada Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat di momen krusial tersebut.
Setelah meninjau lokasi pohon tumbang di Ungaran Timur, rombongan Kapolres bergerak menyusuri Tol Semarang–Solo. Perhatian utama tertuju pada rencana jalur Exit Tol Fungsional Ambarawa, yang dipersiapkan sebagai solusi untuk mengurai potensi kepadatan lalu lintas.
Pemantauan diawali dari Rest Area 429 jalur A, di mana kesiapan pos pengamanan dan kesiapan personel dalam menjalankan tugasnya diperiksa secara detail. Kapolres menegaskan bahwa skema pengamanan secara umum akan serupa dengan tahun sebelumnya, namun dengan penekanan pada penguatan personel di pos pantau.

“Secara umum tidak ada perubahan signifikan pada pos pengamanan di Rest Area 429. Namun pos pantau dari Satlantas akan diperkuat guna mengurai arus maupun persiapan rekayasa one way dari arah Semarang maupun sebaliknya, ” jelas AKBP Ratna Quratul Ainy.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan pengecekan ke Rest Area 456 jalur A dan B, serta Rest Area 445 jalur B. Koordinasi dengan pengelola dilakukan untuk memastikan kapasitas tampung kendaraan pemudik dalam kondisi prima dan siap menerima lonjakan.
Titik krusial yang menjadi fokus perhatian adalah potensi kepadatan di Simpang Bawen dan Exit Tol Bawen. Untuk mengatasi hal ini, Exit Tol Fungsional Ambarawa direncanakan untuk dioperasikan secara satu arah selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi.
“Pada Operasi Ketupat Candi nanti, Exit Tol Ambarawa akan difungsionalkan dan diberlakukan satu arah, baik saat mudik maupun balik, guna mengurai kepadatan di Simpang Bawen, ” tegas AKBP Ratna Quratul Ainy.
Kapolres merinci bahwa jalur fungsional tersebut akan diprioritaskan untuk kendaraan pribadi. Sementara itu, kendaraan logistik seperti truk sembako dan migas akan tetap diarahkan keluar melalui Exit Tol Bawen untuk menjaga kelancaran arus utama pemudik. Langkah monitoring dini ini merupakan bagian integral dari strategi pengamanan terpadu demi terciptanya jalur transportasi yang aman dan lancar di Kabupaten Semarang sepanjang periode Lebaran. (Aktivis)

Updates.