Sholat Ied Di Dalam Lapas Warga Binaan Tetap  Menemukan Makna Idul Fitri

    Sholat Ied Di Dalam Lapas Warga Binaan Tetap  Menemukan Makna Idul Fitri
    Sholat Ied Di Dalam Lapas Warga Binaan Tetap  Menemukan Makna Idul Fitri

    Semarang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Semarang menggelar Sholat Idulfitri 1447 H bersama warga binaan pada hari raya Idulfitri yang berlangsung khidmat di lingkungan lapas.

    Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga binaan serta petugas Lapas Perempuan Semarang. Pelaksanaan sholat ied dipimpin oleh Ustadz Ibnu Taufik dari Kemenag Kota Semarang dengan berlangsung tertib, penuh kekhusyukan, dan tetap memperhatikan aspek keamanan serta ketertiban.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lapas Perempuan Semarang, Ade Agustina menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Idulfitri ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan warga binaan, sekaligus sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual.

    “Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat mengambil makna Idulfitri sebagai momen untuk introspeksi diri, memperbaiki diri, serta menumbuhkan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya, ” ujar Kalapas.

    Salah satu warga binaan (IG) juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Sholat Idulfitri di dalam lapas. Ia mengungkapkan bahwa meskipun tidak dapat merayakan hari raya bersama keluarga, kesempatan untuk tetap beribadah bersama menjadi hal yang sangat berarti.

    “Kami tetap bersyukur masih bisa melaksanakan sholat ied di sini. Walaupun tidak bersama keluarga, ini menjadi bagian dari proses kami untuk terus memperbaiki diri, menjalani hari demi hari dengan lebih baik, dan berharap bisa kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik, ” ungkapnya.

    Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa dalam kegiatan tersebut, mencerminkan bahwa di balik keterbatasan, warga binaan tetap dapat merasakan kebahagiaan dan makna Hari Raya Idulfitri.

    Lapas Perempuan Semarang berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kemandirian, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual bagi seluruh warga binaan. Sabtu (21/03/2026).

    (Humas LPP Semarang) 

    semarang lpp semarang
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Mudik Dipantau Ketat! Ombudsman Temukan...

    Artikel Berikutnya

    Lapas Perempuan Semarang Serahkan Remisi...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan
    Buron Tambang Ilegal Samin Tan Jadi Tersangka Korupsi
    Blok M, Magnet Ekonomi Kreatif Baru Jakarta
    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan
    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas

    Ikuti Kami