Tragedi Sungai Senjoyo: Jasad Bayi Ditemukan, Polisi Buru Pelaku Pembuangan

    Tragedi Sungai Senjoyo: Jasad Bayi Ditemukan, Polisi Buru Pelaku Pembuangan
    Kapolsek Bringin Polres Semarang, AKP Sudaryono bersama Tim Inafis Polres Semarang mengevakuasi Jasad mungil seorang bayi perempuan ditemukan mengapung, tersangkut di antara ranting dan kayu yang terbawa arus Aliran Sungai Senjoyo, Dusun Gunung, Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, pada Selasa pagi (17/3/2026).

    KAB SEMARANG - Kabar duka menyelimuti warga Dusun Gunung, Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, pada Selasa pagi (17/3/2026). Aliran Sungai Senjoyo yang biasanya tenang kini menjadi saksi bisu penemuan tragis: jasad mungil seorang bayi perempuan ditemukan mengapung, tersangkut di antara ranting dan kayu yang terbawa arus.

    Peristiwa memilukan ini pertama kali terungkap oleh Liman (61), seorang warga yang sedang mencari kayu bakar dan ikan di tepi sungai. Pandangannya tertuju pada sosok mencurigakan di tumpukan kayu, yang tak disangka ternyata adalah sesosok jabang bayi tak bernyawa.

    Kapolsek Bringin Polres Semarang, AKP Sudaryono, membenarkan adanya laporan kejadian tersebut yang diterima sekitar pukul 06.30 WIB. Ia menjelaskan bahwa saksi mata segera melaporkan temuannya kepada perangkat desa setelah memastikan sosok tersebut adalah jasad bayi.

    Warga setempat, bersama saksi, bergegas kembali ke lokasi penemuan untuk memastikan kondisi korban dan mendokumentasikan temuan sebelum akhirnya menyerahkannya kepada pihak kepolisian. Tim dari Polsek Bringin, tenaga medis Puskesmas Bancak, serta Tim Inafis Polres Semarang segera bergerak cepat untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan bayi tersebut berjenis kelamin perempuan, berusia antara 1 hingga 3 hari. Kondisi fisik menunjukkan bayi lahir cukup bulan, dengan perkiraan usia kandungan 9 bulan dan berat badan sekitar 1, 5 kilogram. Dugaan kuat, bayi ini telah meninggal dunia kurang lebih 12 jam sebelum ditemukan.

    “Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan berada di antara tumpukan kayu yang terbawa arus sungai. Hingga kini belum ada saksi yang melihat langsung saat bayi tersebut dibuang, ” ujar AKP Sudaryono.

    Demi kelancaran penyelidikan lebih lanjut, jasad bayi telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Pihak kepolisian kini tengah gencar mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri jejak orang tua korban, serta mengungkap motif di balik dugaan tindakan keji ini.

    Penemuan ini sontak menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat. Selain meninggalkan luka duka, kejadian ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kepedulian sosial dan perlindungan terhadap generasi penerus sejak dalam kandungan.

    Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi sekecil apapun terkait peristiwa ini untuk segera melapor guna membantu proses pengungkapan kasus yang menyayat hati ini. (PERS)

    sungai senjoyo bayi dibuang polisi selidiki kabupaten semarang stop kekerasan anak berita viral
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Hanya 10 Menit, Dampaknya Besar! Silaturahmi...

    Artikel Berikutnya

    Tragedi Bayi di Sungai Semarang: DP3KB Seruan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    KemenTrans Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Lahan Transmigrasi di Kutai Kartanegara
    Komnas HAM Desak Pemeriksaan KaBAIS Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
    AS dan Israel Terpecah Belah Soal Akhiri Perang dengan Iran
    Panglima TNI Tinjau Kecanggihan KRI Prabu Siliwangi-321 Yang Tiba dari Italia
    Polda Metro Jaya Dalami Kasus Richard Lee, Periksa Istri Tersangka sebagai Saksi

    Ikuti Kami