SEMARANG – Suasana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Semarang tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 11 mahasiswa terpilih dari Universitas Diponegoro (UNDIP) hadir dengan jaket almamater mereka untuk memulai langkah pengabdian melalui pembukaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.
Kehadiran 11 mahasiswa yang berasal dari berbagai lintas jurusan ini diharapkan mampu memberikan solusi multidisiplin terhadap dinamika pelayanan di dalam Rutan, Rabu (07/01/2026).

Dalam prosesi pembukaan tersebut, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Ardiansyah, memberikan pesan yang mendalam kepada para peserta.
Beliau menekankan bahwa Rutan bukan sekadar tempat pembatasan kebebasan, melainkan ruang untuk bertransformasi. Ardiansyah berharap kehadiran para mahasiswa dari latar belakang ilmu yang berbeda-beda ini dapat membantu jajarannya dalam memberikan pelayanan yang lebih prima dan menyentuh aspek kemanusiaan bagi para warga binaan.
"Kami membuka pintu lebar bagi ide-ide kreatif dari 11 mahasiswa UNDIP ini. Dengan latar belakang jurusan yang bervariasi, saya ingin adik-adik mahasiswa melihat langsung dinamika di lapangan dan membantu kami mengoptimalkan hak-hak pelayanan tahanan melalui pendekatan ilmu pengetahuan yang kalian miliki, " tegas Ardiansyah dalam sambutannya.
Menurutnya, sinergi ini adalah bentuk nyata keterbukaan institusi terhadap peran publik dan akademisi.
Selama masa KKN, para mahasiswa akan berkolaborasi menyatukan keahlian dari jurusan masing-masing untuk fokus pada berbagai program strategis, mulai dari pendampingan hukum, edukasi kesehatan, hingga pemberdayaan keterampilan.
Diharapkan, program ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga meninggalkan warisan positif bagi warga binaan Rutan Kelas I Semarang dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
(Humas Rutan Semarang)

Updates.