UNGARAN - Sebuah kabar duka menyelimuti pagi hari di jalur Tol Semarang-Solo, tepatnya di KM 426.400, wilayah Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa pagi, (6/1/2026). Insiden tragis ini melibatkan sebuah mobil van Hiace yang membawa rombongan guru dari Yayasan Marsudirini Bekasi, dengan sebuah truk bermuatan beton.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 05.20 WIB ini, menurut keterangan Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani STK, SIK, CPHR, merenggut nyawa satu penumpang. Korban, yang merupakan bagian dari 14 orang dalam rombongan guru tersebut, sedang dalam perjalanan menuju daerah Bawen dari Bekasi.

"Betul terjadi kecelakaan tadi pagi sekitar pukul 05.20 Wib di KM 426.400, masuk wilayah Polres Semarang, " ungkap AKP Lingga Ramadhani.
Kronologi awal yang disampaikan AKP Lingga menyoroti dugaan kuat adanya faktor kelelahan pada pengemudi mobil Hiace. Diduga saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi kehilangan konsentrasi karena mengantuk, dan akhirnya menabrak bagian belakang truk bermuatan beton yang berjalan di lajur lambat di depannya.
"Dugaan awal pengemudi atau driver Hiace mengantuk, lalu menabrak truk muatan beton yang berjalan di depannya di lajur lambat, " tambah AKP Lingga.
Bukan hanya merenggut satu nyawa, kecelakaan ini juga menyebabkan sembilan orang lainnya menderita luka-luka. Mereka segera dilarikan ke RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, empat penumpang lainnya dinyatakan hanya mengalami luka ringan dan menjalani perawatan jalan.
"9 orang luka luka termasuk pengemudi Hiace B 7047 PXU TT (56 Th) warga Kota Batam, sedangkan pengemudi truk B 9241 VB AS (55 Th) warga Lampung Tengah sedang kami mintai keterangan, " pungkasnya.
Meskipun insiden ini sempat menutup satu lajur dari arah Semarang, petugas gabungan dari Sat Lantas Polres Semarang, PJR Tol, dan petugas TMJ sigap melakukan pengamanan lokasi dan proses evakuasi. Situasi ini tentu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan rekan-rekan para guru yang mengalami musibah. (*)

Updates.