Semarang - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia resmi merilis 15 Program Aksi sebagai langkah strategis untuk memperkuat poros kinerja instansi di bawah kepemimpinan Menteri Agus Andrianto dan Wakil Menteri Silmy Karim.
"Program ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek krusial, mulai dari digitalisasi layanan publik hingga pemberdayaan warga binaan, Rabu (31/12/2025), " ungkapnya.

Sektor pemasyarakatan mendapatkan perhatian besar melalui program Kemandirian Pangan. Kemenimipas berencana memanfaatkan lahan tidur di Lapas dan Rutan untuk sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Selain itu, terdapat program pembangunan Dapur Sehat untuk mendukung program nasional "Makan Bergizi Gratis" dengan memberdayakan warga binaan yang tersertifikasi.
Masalah klasik seperti overcapacity (kelebihan kapasitas) dan peredaran narkoba di dalam Lapas juga masuk dalam poin utama program aksi. Pemerintah berkomitmen mencari solusi komprehensif untuk mengatasi penumpukan jumlah narapidana serta memberantas segala bentuk penipuan dan peredaran gelap narkotika di balik jeruji besi.
Tidak hanya fokus pada fungsi internal, 15 program aksi ini juga mencakup aspek sosial dan pendidikan, di antaranya:
- Pendidikan Kesetaraan: Akses pendidikan bagi narapidana dan anak binaan.
- Efisiensi Energi: Pemanfataan solar cell dan bio gas di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
- Layanan Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar kantor Imigrasi dan Pemasyarakatan.
- Penguatan SDM: Penyelenggaraan Massive Open Online Courses (MOOC) melalui Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Langkah ini sejalan dengan nilai dasar BerAKHLAK dan semboyan "Bangga Melayani Bangsa", yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap birokrasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
(Humas Rutan Semarang)
