UNGARAN - Sebuah pemandangan mencekam terjadi di jalur vital Semarang-Solo, tepatnya di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu sore (14/1/2025) pukul 16.21 WIB. Di tengah kepadatan arus lalu lintas jam pulang kerja, sebuah truk dump bermuatan batu besar melintas tanpa pengaman, memicu kekhawatiran mendalam bagi ribuan pengguna jalan.
Muatan batu yang menjulang tinggi di atas bak truk, tanpa dilengkapi terpal penutup, menciptakan potensi bahaya yang nyata. Pengendara yang melintas di belakang dan samping kendaraan berat ini dihantui ketakutan akan jatuhnya material batu kapan saja, akibat getaran jalan atau pengereman mendadak. Risiko kecelakaan fatal bukan hanya mengintai, namun debu dan serpihan batu yang beterbangan juga mengganggu visibilitas dan stabilitas lalu lintas di salah satu arteri utama Jawa Tengah ini.
“Ini jelas sangat berbahaya. Kalau batu jatuh sedikit saja, bisa langsung celaka. Apalagi ini jam pulang kerja, jalan ramai sekali, ” ujar Rizky (32), seorang pengendara motor yang merasakan langsung ancaman tersebut, berada tepat di belakang truk yang membahayakan itu.
Kekhawatiran yang sama diungkapkan oleh Sutrisno, seorang sopir angkutan barang yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia menyayangkan minimnya kesadaran akan keselamatan yang ditunjukkan oleh sebagian pengemudi truk.
“Aturannya jelas, muatan harus ditutup. Tapi masih sering dilanggar. Kalau terjadi kecelakaan, yang rugi bukan hanya korban, tapi semua pengguna jalan, ” tuturnya prihatin.
Praktik berbahaya ini jelas bertentangan dengan semangat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menekankan pentingnya persyaratan teknis dan laik jalan, termasuk pengamanan muatan untuk mencegah membahayakan pihak lain.
Warga setempat mendesak aparat kepolisian dan dinas perhubungan untuk segera meningkatkan pengawasan dan menindak tegas pelanggaran semacam ini. Mengingat, jalur Semarang-Solo merupakan denyut nadi transportasi yang tak pernah sepi, terutama di jam-jam sibuk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda penertiban terhadap truk bermuatan batu yang berpotensi menimbulkan malapetaka tersebut. (*)

K7G